Kekhususan yang dimiliki oleh anak-anak seharusnya tidak menjadi batasan bagi mereka untuk mengembangkan bakat dan potensi. Karena itu, peran penting orang tua diantaranya adalah membantu child with special needs mengembangkan potensinya tanpa dibatasi oleh kekhususan yang dimiliki anak.

Salah satu langkah pertama yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah identifikasi kekhususan dan kebutuhan anak. Dengan memahami kondisi anak, orang tua dapat memberikan perawatan yang tepat dan menjadi jembatan bagi child with special needs untuk mengoptimalkan potensi diri.

Nah pada tahun 2011 lalu saat diselenggarakannya Olimpiade Tunagrahita di Athena, kontingen Indonesia meraih 15 emas, 13 perak, dan 11 perunggu setelah bersaing dengan 7.500 atlet dari seluruh dunia. Bahkan, juara catur dunia selama dua tahun berturut-turut adalah anak yang menyandang autis! Jika potensi mereka dioptimalkan sesuai bidangnya, kita optimis Indonesia akan berjaya menjadi negara yang kompetitif.

Terkadang, perhatian kita teralihkan pada hal-hal yang dianggap “kurang”, padahal, tidak ada yang salah dengan menjadi berbeda dan spesial. Sebagai support system utama dan terpenting, orang tua dan keluarga memiliki peran penting untuk bisa mengarahkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak mereka termasuk child with special needs. Peluang berkembangnya child with special needs tentu sangat terbuka, antara lain di bidang seni. Kemdikbud bahkan secara khusus menfasilitasi pengembangan potensi mereka, salah satunya melalui kegiatan tahunan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional.

Jadi, nggak ada hambatan kan untuk berkembang? Untuk bapak dan ibu dengan child with special needs, sudahkah melihat “Gold in your Child” and make them bright? Share yuk dengan teman-teman lainnya, di kolom komentar yaaa!