social Distancing - Mengapa perlu dilakukan?

Wabah virus corona telah ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Di tengah penyebaran virus corona jenis baru penyebab Covid-19 di Indonesia, sejumlah pemerintah daerah memberlakukan penghentian aktivitas pendidikan dengan meliburkan sekolah-sekolah selama 2 pekan.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari proses penyebaran virus melalui droplets (air ludah atau cairan bersin/batuk) yang mungkin tersentuh tangan/benda kemudian terbawa ke tubuh orang lain lewat mata, hidung, ataupun mulut. Untuk mendukung usaha pemerintah, PT. KPP, PKBM Homeschooling Kak Seto, beserta Kak Seto School turut mendukung upaya pemerintah untuk dapat mengurangi resiko penyebaran virus covid-19.

Para siswa diminta untuk melanjutkan proses pembelajaran di rumah, sebagai bagian dari social distancing untuk mencegah penularan virus Covid-19. Upaya tersebut diwujudkan dalam proses pembelajaran e-learning yang dilakukan oleh para siswa dengan pendampingan orang tua. Pembelajaran berbasis e-learning didefinisikan sebagai proses transfer pengetahuan untuk pelajar (siswa) yang dipisahkan dari infrastruktur (guru) dengan waktu dan/atau jarak fisik sehingga membuat penggunaan komponen teknologi seperti video, internet, CD, kaset, dan bentuk teknologi lainnya untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Maka dari itu, dilakukan social distancing atau mengurangi kontak fisik jarak dekat antar orang atau secara sengaja meningkatkan jarak fisik antar orang. Hal ini berarti mengurangi pertemuan dengan orang dalam jumlah yang banyak, menutup sekolah dan menggantinya dengan e-learning, serta membatalkan sejumlah acara. Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan yang perlu dihindari, dilakukan dengan berhati-hati, dan aman untuk dilakukan.

HINDARI

HATI-HATI

AMAN DILAKUKAN

Pertemuan kelompok

Mengunjungi Restoran dekat rumah

Berjalan di sekitar kompleks

Menginap di rumah teman

Mengunjungi supermarket

Bermain di halaman rumah

Playdates

Mengambil makanan take out

Membersihkan rumah

Konser

Bermain tenis di lapangan

Membaca buku

Menonton di Bioskop

Traveling

Mendengarkan lagu

Olahraga di Gym Mengunjungi perpustakaan Memasak
Pergi ke Mall Pelayanan di Rumah ibadah Melakukan permainan dengan keluarga
Menonton Perlombaan Olahraga Berkendara
Pekerja yang tidak diperlukan di rumah Group video chat/call
Transporatasi umum Menonton televisi
Toko yang padat pengunjung
Melakukan ibadah di tempat ibadah

Kegiatan yang dapat dilakukan orangtua (SD-SMP-SMA)


Pada masa Social Distancing ini, ada banyak waktu yang dapat diluangkan bersama dengan anak. Hal ini secara tidak langsung diharapkan dapat meningkatkan attachment atau kelekatan antara orang tua dengan anak, jika kesempatan ini dipergunakan dengan baik.Kegiatan yang dapat dilakukan orangtua (SD-SMP-SMA), Orang tua diharapkan dapat ikut aktif menjadi “guru” bagi anak-anaknya dalam rangka membantu proses kegiatan e-learning dan mendampingi anak mengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Selain itu orang tua diharapkan dapat menginisiasi untuk membuat kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga agar momentum social distancing ini tidak membosankan untuk anak-anak. Mengingat pemerintah menganjurkan untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah, diperlukan berbagai alternatif kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak, sehingga pilihannya pun tidak terbatas hanya menonton televisi atau bermain gadget. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:


SD

Orangtua dapat merencanakan berbagai aktivitas bersama anak. Orang tua juga dapat mengajak anak untuk bermain. Orang tua bermain bersama anak memberikan dampak positif untuk perkembangan anak, seperti meningkatkan kontrol diri dan juga keterampilan sosial. Permainan yang saat ini bisa dilakukan seperti role play atau bermain peran, bermain board games, atau membuat puzzle.Untuk meningkatkan kemandirian anak, orang tua bersama anak dapat mengerjakan kegiatan sehari-hari di rumah, seperti memasak bersama, melatih anak menyapu, dan merapikan kamar. Hal ini sangat membantu untuk dapat meningkatkan keterampilan anak dalam mengurus dirinya. Selain itu, pada masa-masa ini orang tua dan anak perlu menjaga kesehatan bersama. Salah satu cara adalah berolahraga bersama. Orang tua dapat merencanakan kegiatan berolahraga atau gerak di rumah. Contohnya orang tua bisa bermain lempar tangkap bola, memasukan bola ke keranjang, bermain petak umpet, atau menari mengikuti irama musik.

Untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak, orang tua dapat memberikan ragam kegiatan kreativitas menggunting, mewarnai, membuat prakarya (DIY), atau origami. Ada beberapa website yang memberikan aktivitas DIY yang dapat di print sendiri di rumah dan dapat dicari dari google. Kegiatan bersama lain yang dapat dilakukan adalah menonton film bersama di rumah. Tentunya orang tua perlu memperhatikan genre dan kategori usia film disesuaikan untuk anak. Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah membaca bersama. Dalam hal ini orang tua bisa membacakan cerita kepada anak kemudian minta anak menceritakannya kembali. Atau orang tua bisa bersama-sama dengan anak membaca bersamaan. Selain meningkatkan kemampuan bahasa, membaca dapat meningkatkan konsentrasi untuk menunjang keberhasilan belajarnya.

SMP & SMA

Siswa/i SMP dan SMA dapat belajar mengenai tanggung jawab di rumah. Misalnya dengan meminta mereka membuat rencana kegiatan per hari dalam satu minggu. Orangtua dapat menyediakan berbagai keperluan untuk membuat time table, serta memberikan masukan mengenai aktivitas yang dilakukan seperti belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Aturan pembuatan time table yang baik adalah:

  • Ada kegiatan teratur untuk tetap bangun pagi dan tidur tidak larut malam,
  • memberikan waktu untuk belajar terlebih dahulu, baru bermain/aktivitas bebas. Belajar sebaiknya dilakukan dalam 1-2 jam, diselingi break
  • memberikan reward / pujian bila siswa/i berhasil melakukan instruksi orang tua/mengikuti timetable reward dapat berupa pelukan, ciuman, atau makanan kesukaan dan tidak selalu harus mahal.

Bila biasanya mendapatkan bantuan dari ART untuk merapikan kamar, orang tua dapat memberikan tanggung jawab tersebut di pagi hari setelah bangun tidur, dan mempelajari cara membersihkan berbagai hal yang sebelumnya tidak pernah diketahui oleh siswa. Terutama dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

Selain itu, siswa juga dapat diminta untuk menjadi researcher muda dan mempelajari fakta mengenai Covid-19 serta hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Penelusuran terkait hal tersebut dapat dituangkan dalam berbagai bentuk untuk membantu anggota keluarga lain memahaminya, misalnya kepada adik atau nenek dan kakek. Masih berkaitan dengan hal tersebut, orang tua dan siswa dapat bekerja sama untuk membuat hand sanitizer atau cairan disinfektan sendiri.

 

Sebagai langkah untuk menyehatkan diri, orang tua dan anak dapat berdiskusi mengenai meal plan dan kegiatan olahraga yang dapat dilakukan selama seminggu ke depan. Meal plan ini bertujuan mendapatkan asupan gizi yang mencukupi dan siswa dapat belajar mengolah serta memasaknya. Kegiatan olahraga sederhana yang dapat dilakukan di rumah atau sekitar rumah juga dapat direncanakan untuk dilakukan bersama dengan anak.

Mari mengajarkan anak untuk mampu berempati, dan menaati aturan dengan melakukan social distancing. Ingatkan bahwa dengan menjauhi kontak fisik, mungkin dapat mencegah terserangnya virus pada orang tua dengan faktor risiko penyakit yang banyak, adik-adik kecil yang daya tahan tubuhnya lebih lemah, atau teman-teman lain yang mungkin punya risiko penyakit yang tidak kita ketahui. Semoga pembelajaran yang berbeda dari sekolah, bisa ditemukan di rumah bersama dengan orang tua dan keluarga lainnya. Belajar bisa tetap menyenangkan, meskipun di rumah.

17 Maret 2020,

Tim psikolog HSKS.